Workshop Seri 1 “AI Driven Systematic Literature Review for High Quality Publication” Disambut Antusias 31 Institusi Peserta

posted in: Berita, Informasi Akademik, Pengumuman | 0
Workshop Seri 1 “AI Driven Systematic Literature Reviewfor HighQuality Publication” Disambut Antusias 31 Institusi Peserta

Universitas Handayani Makassar bekerja sama dengan Universitas Dayanu Ikhsanuddin dan BRIN — Periset Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) BRIN sukses menyelenggarakan Workshop 1 bertajuk “AI Driven Systematic Literature Review for High Quality Publication”. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari 31 institusi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga, menunjukkan tingginya antusiasme akademisi terhadap pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam dunia riset dan publikasi ilmiah.

Workshop ini secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Handayani Makassar. Kemudian dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Handayani Makassar dan juga dihadiri oleh Pendiri sekaligus dewan pembina Bapak Dr. H. Moh. Alifuddin, M.H., M.M., M.Kom. yang membersamai dari awal hingga akhir kegiatan. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Handayani Makassar Prof. Dr. Muhammad Yaumi, M. Hum., M.A. beliau menyampaikan tiga kegelisahan utama terkait perkembangan AI di lingkungan akademik saat ini.

“Saya menyampaikan tiga kegalauan saya terkait dengan perkembangan AI,” ungkap beliau.

Pertama, menurutnya perguruan tinggi saat ini mulai kehilangan ruhnya akibat perubahan budaya akademik yang semakin bergantung pada teknologi AI. Beliau menegaskan bahwa perpustakaan sejatinya merupakan ruh perguruan tinggi, namun kini mulai ditinggalkan oleh para pembacanya. Tidak hanya itu, toko buku kehilangan pembeli dan penerbit kehilangan penulis karena perubahan pola konsumsi ilmu pengetahuan akibat perkembangan teknologi AI.

Kedua, beliau menyoroti maraknya penyalahgunaan hak cipta (copyright), di mana banyak pihak dengan mudah mengklaim gagasan dan pandangan orang lain sebagai miliknya sendiri. Pengambilan narasi akademik secara instan dinilai semakin sulit dikendalikan di tengah kemudahan akses teknologi AI.

Ketiga, beliau juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pudarnya kejujuran akademik di kalangan akademisi. Kehadiran teknologi seperti ChatGPT yang mampu menyajikan informasi secara cepat dinilai dapat menghambat perkembangan nalar intelektual dan higher order thinking skills apabila digunakan tanpa kontrol dan etika akademik yang baik.

“Di sisi lain, tampaknya kita belum siap untuk maju bersama dengan kemajuan teknologi AI itu sendiri. Seharusnya praktik penyalahgunaan penggunaan AI untuk publikasi ilmiah dapat dikontrol dengan baik, tetapi kita sebagai akademisi sangat susah meredamnya,” lanjut beliau.

Meski demikian, Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin tetap menyambut baik terselenggaranya workshop kolaboratif ini dan menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada Universitas Handayani Makassar dan BRIN atas sinergi dalam mendukung peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak sangat antusias mengikuti pemaparan materi yang disampaikan oleh Ibu Yani selaku narasumber dari PRSDI BRIN. Materi mengenai pemanfaatan AI dalam proses Systematic Literature Review dinilai sangat relevan dengan kebutuhan akademik dan penelitian saat ini.

Tingginya minat peserta juga terlihat sejak masa pendaftaran dibuka. Awalnya, panitia membuka pendaftaran selama tujuh hari, namun kuota peserta telah terpenuhi hanya dalam waktu empat hari. Melihat antusiasme tersebut, panitia akhirnya membuka gelombang pendaftaran kedua guna mengakomodasi peserta tambahan.

Saat ditemui oleh redaksi, Ketua Pelaksana, Dr. Ir. Latif Arda, S.Kom., menjelaskan bahwa workshop ini mengangkat tema kolaborasi antara teknologi Artificial Intelligence dan metode Systematic Literature Review sebagai upaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di era digital.

“Tema workshop ini mengangkat bentuk kolaborasi yang menggabungkan dua metode, yaitu AI dan Systematic Literature Review, sehingga diharapkan mampu membantu para peneliti menghasilkan publikasi ilmiah yang lebih berkualitas,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para akademisi dan peneliti dapat memahami penggunaan AI secara bijak, etis, dan bertanggung jawab dalam mendukung pengembangan riset ilmiah di Indonesia.

Tinggalkan Balasan